Tutorial budidaya lada

By | 6 Oktober 2017

1. Penyiapan media penyemaian benih
Campur tanah, pupuk kandang dan kulit arang dengan perbandingan 1: 1: 1 lalu aduk rata dan rata dengan larutan (botol EM4 5 ttp + 5 liter air) untuk mempercepat fermentasi. Waktu fermentasi sekitar 1 minggu. Setelah itu, isi media tanam masuk ke polybag. Biarkan media penyemaian sekitar 21 hari atau sampai rumput tumbuh halus di media tanam.

2. Pemilihan bibit dan pembibitan
Usahakan memilih bibit yang sehat dan daun hijau segar. Jika tidak ada ketersediaan modal untuk membeli bibit maka teman bisa menabur benih sendiri. Teman bisa menabur benih dari tanaman merambat tanaman merambat sehingga hasil bibit cepat menghilangkan akar pendakian.
Teknik penyemaian dimeniaan beragam, dari hanya 1 segmen ke beberapa segmen, itu tergantung dari keinginan teman. Jika pohon anggur yang akan dijadikan bahan bibit tidak begitu banyak, dianjurkan untuk memilih teknik perkalian 1 segmen.
Cara menanam satu segmen daun tunggal:
1. Potong sulur masing-masing 1 segmen dan usahakan agar daun pada masing-masing ruas tumbuh dengan cepat.
2. Rendam pokok anggur yang telah dipotong menjadi larutan (1 sdm gula + bawang putih halus + 5 lt air)
3. Tinggalkan selama 1 jam
4. Selama pemuliaan tanaman merambat 1 segmen, hilangkan rumput halus di polybag, lalu siram media penyemaian sehingga penanaman segmen lada mudah ditanam.
5. Tanam tanaman 1 segmen dengan daun hanya menghasilkan satu arah.
6. Lada lada yang telah ditanam di polybag dengan plastisitas transparan dengan intensitas radiasi sekitar 60-70%.
7. Pabrik lada akan mulai tumbuh sekitar 21 hari setelah disemai. Tanaman lada akan tetap di lambung sampai umur tanaman 1 bulan. Setelah itu, buka kapnya secara bertahap (tutupnya tidak dibuka sekaligus).
8. Setelah berumur 2 bulan atau sudah muncul 3-4 daun maka harus dipasang tajar agar tanaman lada tidak mengubah cacaing sulam.
9. Umur 3-4 bulan, bibit lada siap ditanam di lapangan

3. Pembukaan Tanah (bersama dengan pembibitan)
Sedangkan di pembibitan. tanah harus segera diproses. Mulai dari pembersihan lahan dari tanaman hama kemudian disemprotkan pestisida dan untuk membuat lebih banyak nutrisi tanah bagi gulma yang terbakar (tidak disarankan saat musim kemarau disertai angin kencang).

Seminggu setelah pembakaran itu kemudian ditanam tajar (tiang panjat) untuk menempatkan lada tumbuh. Ada dua jenis tajar yaitu tajar live dan tajar mati. Kehidupan tajar yang biasa digunakan adalah Dadap atau Gamal. Untuk daerah dengan intensitas radiasi dan angin yang lebih banyak, disarankan untuk menggunakan live tats untuk melindungi tanaman lada dari panas yang berlebihan. Namun perlu diingat bahwa tanaman lada tidak kehilangan gizi karena mereka bersaing dengan tajar hidup.

Lubang digali kira-kira 10 cm dari tajar dengan ukuran lubang 50cm x 50cm x 35cm. Jarak perforasi antara 2 meter – 3 meter. Setelah lubang digali, berikan pupuk sekitar 1 kg perforasi dan biarkan selama 3 minggu.

4. Penanaman
Gemburkan dulu lubang tanam yang sudah diberi pupuk. Kemudian bibit tanaman dimasukkan ke dalam lubang dengan bersandar ke tajar dengan terlebih dahulu membuang kantong plastik. Kemudian dibuang dengan tanah dan tanah di sekitar pohon lada yang dipadatkan kemudian disiram. Setelah itu diberi pelindung daun seperti kulit kayu, daun palem atau alang-alang. Lada ini berbayang sekitar 2 bulan setelah tanam. Waktu tanam yang disarankan adalah 06.30 pagi atau 16.30 jam dan dianjurkan untuk menanam pada awal musim hujan.

C. Pemeliharaan
Untuk tanaman muda berumur sekitar 1-3 bulan perlu diperhatikan masalah ketersediaan air dan gulma bersih di sekitar pohon lada.