Teknik Tanam Padi ala paktani.info

By | 14 Agustus 2016

t1

Paktani.info – Petani merupakan pahlawan yang secara tidak langsung membantu memenuhi kebutuhan pokok kita. mengapa begitu? sebab jika tidak ada yang menanam pagi apakah kita bisa makan nasi? jika petani tidak ada apakah kita bisa menanam sendiri sedang lahan tidak pui indonesia memiliki iklim tropis sehingga cocok untuk menanam padi, singkong, pisang, dan ubi jalar yang kesemua itu merupakan komoditas andalan kita. berikut kita bahas masalah budidaya tanaman dan langkah-langkahnya.

Kondisi Lahan
Lahan pertanian yang ada di dusun saya adalah lahan tadah hujan dan masih belum terjangkau oleh pengairan. Oleh karenanya rata-rata petani hanya bisa menanam padi satu kali dalam setahun. Kecuali petani yang mempunyai lahan di dekat sungai, mereka bisa menanam sampai 2 kali selama persediaan air sungai masih ada. Karena kondisi sungai/kali juga akan mengering pada musim kemarau.

Persiapan Lahan
Pembersihan lahan dilakukan sebelum musim penghujan tiba. Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari rumput, gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya dengan cara dibabat dengan sabit atau mesin pemotong rumput kemudian dibakar.

Lahan yang sudah dibersihkan dibiarkan dulu hingga turun hujan dan tumbuh rumput. Setelah tumbuh rumput barulah dilakukan penyemprotan herbisida seperti Roundup, Speed up, Kleen up, Nufaris, dll. Setelah rumput mati dan mengering barulah lahan siap ditanami.

Sebagian petani ada juga yang mengolah tanahnya terlebih dahulu dengan cara dibajak dan digaru sebelum ditanami untuk memperoleh tingkat kesuburan yang lebih baik.

Benih/Bibit
Benih dapat diperoleh dengan membeli di toko pertanian dengan varietas yang bermacam-macam seperti Serang, mikongga, aktara, cigelis, IR 64, 66, dll. Sebagian juga ada yang menggunakan bibit dari hasil panen sebelumnya dengan syarat tanaman yang akan dibuat bibi sehat, tidak terserang penyakit dapat tumbuh optimal, dan produktifitasnya tinggi.

Penanaman
Untuk penanaman dilakukan dengan cara ditugal. Kemudian bibit padi yang masih berupa biji langsung di masukkan ke dalam lubang tanam tersebut.

Adapun kendala yang sering dialami oleh petani ketika menanam padi dengan cara ini adalah ketika curah hujan yang rendah. Jika setelah menanam langsung mendapat hujan itu tidak menjadi masalah. Namun jika sehabis benih ditanam tidak turun hujan maka pertumbuhan padi jadi terhambat dan sangat rentan terhadap hama seperti tikus, ayam yang berkeliaran, dan burung. Karena bibit yang ditanam masih berupa biji padi kering.

Perawatan
Menurut pengalaman dan pantauan saya terhadap petani-petani lain di lingkungan sekitar, salah satu kelemahan cara menanam padi dengan metode TOT pada lahan tadah hujan adalah rentan tumbuh rumput. Apalagi jika intensitas hujan rendah.

Biasanya rumput tumbuh subur bersamaan dengan tumbuhnya padi. Bahkan dalam kondisi parah, padinya sampai tidak kelihatan karena tertutup oleh rumput. Inilah yang menjadi dilema para petani seperti yang terjadi pada musim tanam kemarin.

Untuk menanggulangi gulma, petani biasanya melakukan penyemprotan dengan herbisida dengan kondisi tanah masih lembab atau basah. Namun jika tanah sudah kering karena tidak turun hujan, maka penyemprotan tidak bisa dilakukan, ditakutkan rumput tidak mati dan akan membuang-buang obat saja. Untuk mengantisipasinya petani biasanya melakukan penyiangan manual dengan tangan atau sabit sembari menunggu hujan datang.

Dengan intensitas curah hujan tinggi masalah rumput tersebut dapat diatasi dengan mudah. Cukup dengan menyemprotkan herbisida rumput biasanya sudah mati.

Pemupukan
Pempukan dilakukan setelah padi bebas dari gulma, sehingga padi dapat tumbuh subur sebelum gulma tumbuh lagi. Pupuk yang biasa digunakan adalah Urea, Phonska dan Za, dengan dosis sesuai selera masing-masing petani.

Pengairan
Yah, lagi-lagi hujan adalah daya penentu baik buruknya tanaman kami. Karena memang tidak ada sumber pengairan selain ini. Salah satu cara yang digunakan agar padi tetap mendapatkan air adalah dengan menutup jalan keluarnya air dari petakan sawah saat turun hujan. Dan dibuka lagi pada saat menjelang panen.

Panen
untuk masa panen tergantung dari varietas bibit yang ditanam. Ada bibit yang berumur pendek dan ada juga yang berumur panjang. Penghasilan panen dengan cara menanam padi menggunakan metode TOT seperti ini jika tanaman tumbuh normal per hektar nya bisa mencapai 4-6 ton.

Bwgitulah artikel yang dapat kami sampaikan dan jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar dan jangan lupa menggunakan bahasa yang baik. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *