Teknik Propagasi Pisang melalui Bonggol

By | 6 Oktober 2017

Perbanyakan bibit pisang menghasilkan benih yang sehat dalam jumlah banyak dan cepat dengan kualitas baik yaitu dengan perbanyakan benih menggunakan BIT (bumbo pisang).

Teknik Propagasi Pisang melalui Bonggol
Teknologi propagasi bibit pisang dengan menggunakan tongkol adalah:
Bibit membentuk kubus
Pohon yang dipanen dibongkar, kemudian bersihkan tunggul dari tanah dan akar.
Perhatikan mata tunas dibonggol dan pilih kuncup yang telah tampil dengan tinggi mata minimal 2,5 cm.
Potong mata pemotretan ini dengan memasukkan yaw tongkol, sehingga berbentuk seperti kubus atau tahu dengan ukuran 10x10x10 cm.
Untuk mengendalikan hama dan patogen, rendam batu-batu ini atau potongan-potongan tahu ke dalam air hangat (50OC) atau direndam dalam campuran 2 g (fungisida) + 1 cc (insektisida) per liter air selama kurang lebih 15 menit.
Setelah diangkat dan diangin-anginkan, biarkan sisa air tetap kering.
Siapkan polybag berukuran 25 x 30 cm (sesuai dengan ukuran corkscraps), isi dengan tanah atau campurkan dengan kompos 10% (1 kompos / perbandingan kompos dan 9 bagian tanah), juga bisa menggunakan pasir, kompos dan tanah (perbandingan 1: 1: 8). Tanah yang digunakan bukan berasal dari tanaman penyebab sakit atau hama (sesuai kebutuhan tanaman induk)
Tanamlah potongan kubus ini (kuncup berbentuk) dengan kuncup mata menghadap ke atas, lalu timbulkan lagi dengan tanah + 3 cm di atasnya atau bisa juga tanpa TPA. Penanaman di polybag sangat membantu saat bibit yang disiapkan akan dibawa ke tempat yang jauh.
Jika Anda tidak menggunakan polybag, cara lain adalah dengan menyiapkan tempat tidur setebal 50-100 cm dan cukup panjang, maka tanam kubus dengan jarak 15-20 cm. Perbandingan antara tanah, pupuk kandang dan pasir adalah 8: 1: 1, sehingga tanah menjadi sedikit remah.
Penyiraman harus dilakukan dengan hati-hati dan kecukupan. Lahan basah akan mempercepat peluruhan dan serangan hama.
Setelah disiram sekali, bagian atas polybag ditutup / dilipat menjadi, sedangkan untuk tempat tidur ditutupi mulsa jerami kering.
Tiga (3) sampai empat (4) bulan kemudian, tunas tumbuh 20-30 cm dan bisa dijadikan bibit.