Saat yang Tepat Memanen Pisang

By | 20 November 2016

Paktani.info – Petani merupakan pahlawan yang secara tidak langsung membantu memenuhi kebutuhan pokok kita. mengapa begitu? sebab jika tidak ada yang menanam pagi apakah kita bisa makan nasi? jika petani tidak ada apakah kita bisa menanam sendiri sedang lahan tidak pui indonesia memiliki iklim tropis sehingga cocok untuk menanam padi, singkong, pisang, dan ubi jalar yang kesemua itu merupakan komoditas andalan kita. berikut kita bahas masalah budidaya tanaman dan langkah-langkahnya.

SAAT YANG TEPAT MEMANEN BUAH “PISANG”.

Buah “pisang” (“pisang” pada umumnya) sebaiknya diambil sebelum masak benar. Dan saat yang paling tepat untuk menebang pohon “pisang”, adalah kalau buah-buah “pisang” itu sudah tidak begitu kelihatan jelas lagi garis-garis seginya, karena sudah tumbuh penuh (jenis-jenis yang buahnya tidak bulat lintangnya). Jenis-jenis yang betul buahnya, harus ditunggu kalau sudah nampak tidak bakal bertambah gemuk lagi. Meskipun warna kulit buahnya masih hijau, namun waktu itu sudah saatnya untuk menebang. Sudah kemanggang. Istilahnya…. “pisang-pisang” itu harus diempos dulu sebelum dihidangkan sebagai buah meja.

Jenis lain yang enak pula buahnya adalah “pisang” Ambon, baik Ambon kuning (yang kulitnya memang kuning kalau sudah kebrangus) maupun Ambon Lumut (yang kulitnya tetap hijau walaupun sudah diempos). Jadi apabila anda memeram Ambon Lumut, jangan tunggu lama-lama, makanlah walaupun kulitnya masih hijau…. Karena sampai kapanpun kulitnya tetap hijau……..

Selain lezat dimakan langsung, “pisang” Ambon juga enak kalau dimakan sebagai sale (bukan selai lho !). Buah yang masak dibelah dua dengan menggunakan pisau bambu (jangan pisau logam), kemudian dijemur di sinar matahari. Tiap hari hanya boleh menerima jatah sinar sebanyak lima jam saja, dan dijemur selama lima hari….. Hasilnya lebih memuaskan dari pada dijemur sehari penuh sampai kebrangas. Yang juga enak dimakan sebagai sale adalah “pisang” Mas. Sayang “pisang” Mas ukurannya kecil-kecil…. Lagi pula “pisang” ini lebih enak kalau dimakan matang secara langsung. Kalau sudah dikunyah tidak meninggalkan rasa kecut dalam mulut seperti “pisang” Susu (Raja Ketan) atau Ambon mentah.

Begitulah artikel yang dapat kami sampaikan dan jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar dan jangan lupa menggunakan bahasa yang baik. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *