Budidaya Padi ekologis

By | 6 Oktober 2017

Benih terapung adalah benih bermutu rendah. Benih ini bisa diambil dan disisihkan. Benih yang tenggelam adalah benih yang baik. Benih ini kemudian diambil dan dicuci untuk disemai lebih lanjut. Cuci dimaksudkan untuk menghilangkan larutan garam yang menempel pada biji.

Metode “Solusi Garam” hanyalah salah satu cara untuk memilih benih. Anda bisa menggunakan cara lain yang mungkin Anda gunakan dalam memilih benih yang baik untuk benih.

Setelah bibit berkualitas bagus siap, bijinya harus dipam dulu untuk satu hari dan satu malam, sebaiknya tidak lebih. Hal ini dilakukan agar bibit tumbuh merata. Setelah dipam, akan melihat bintik-bintik pada institusi atau bibit embrio (tapi belum tumbuh akar). Ini adalah tanda benih yang baik dan siap menabur.

Membuat Nursery
Bibit untuk SRI dapat dilakukan dengan dua cara: persemaian kering dan pembibitan basah. Pembibitan basah adalah pembibitan yang langsung dilakukan di lahan pertanian, seperti pada sistem konvensional. Sedangkan pembibitan adalah pembibitan kering yang menggunakan wadah kotak / besek / wonca / pipiti. Penggunaan wadah ini dimaksudkan untuk memudahkan pengangkutan dan seleksi benih. Untuk area seluas satu hektar diperlukan wadah pembibitan berukuran 20 cm x 20 cm, sebanyak 400-500 buah. Box / besek / wonca / pipiti juga bisa diganti dengan kontainer lain seperti batang pisang atau bambu buluh belahan. Benih ditaburkan

Tahapan pembuatan pembibitan adalah sebagai berikut.
Siapkan media pembibitan dengan cara mencampur tanah dengan pupuk organik / pupuk kandang / bokhasi dengan perbandingan 1: 1.
Sebelum wadah diisi dengan media, segarkan terlebih dahulu bagian dalam dengan daun pisang yang sudah dilemaskan dengan cara dikeringkan atau dipanaskan saat terbakar.
Masukkan media ke dalam wadah hingga 3/4 penuh. Selanjutnya media ini disiram dengan kelembaban.
Sebarkan benih ke dalam wadah. Jumlah bibit per kontainer antara 300-350 bibit.
Taburkan arang sekam di atas biji sampai lapisan halus / tutup bijinya.
Selanjutnya simpan wadah ini di tempat teduh. Pada hari pertama dan hari kedua, wadah ini harus ditutup agar tidak terlalu panas.
Jika disimpan di halaman, jangan lupa taruh wadah ini di tempat yang aman dari gangguan ternak seperti ayam.
Penyiraman bisa dilakukan setiap hari agar media tetap lembab dan bibit tanaman tetap segar.

Pengolahan tanah
Pengolahan tanah Untuk metode SRI SRI padi tidak berbeda dengan cara pengolahan tanah untuk penanaman padi cara konvensional yang dilakukan untuk mendapatkan struktur tanah yang lebih baik untuk tanaman, menghidar dari gulma. Pengolahan dilakukan dua minggu sebelum tanam dengan menggunakan traktor tangan, sampai terbentuk struktur lumpur. Permukaan tanah diratakan agar lebih mudah mengontrol dan mengendalikan air.

Penanaman
Bibit siap bergerak ke darat setelah mencapai usia 7-10 hari setelah bibit. Kondisi air pada saat tanam adalah “macak-macak” (Jawa-Red.). Arti “macakmacak” adalah kondisi tanah basah namun tidak terendam.

Dalam metode SRI digunakan sistem tanam tunggal. Artinya, satu lubang tanam diisi satu biji padi. Selain itu, bibit ditanam dangkal, yaitu pada kedalaman 2-3 cm dengan bentuk rooting horizontal (seperti huruf L).

Mengapa hanya menggunakan satu biji untuk satu lubang? Alasannya adalah bahwa jika beberapa bibit ditanam bersamaan di satu lubang akan terjadi persaingan antar tanaman dalam memperjuangkan nutrisi, oksigen, dan sinar matahari. Karena itu, dengan sistem tanam tunggal diharapkan setiap tanaman bisa menyerap nutrisi, oksigen, dan sinar matahari lebih optimal.