Budidaya Merica Tebing dengan Mudah

By | 30 Juni 2017

Kegiatan yang harus dilakukan di awal musim hujan.
1. Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm. Jarak lubang 2 meter (Timur-Barat) x 1,5 meter (Utara-Selatan) di lahan sempit dan 2×2 di atas tanah diatas 1 ha (populasi 2.500 tanaman / ha). Di sudut barat lubang, buat lubang lain untuk tumpukan batu beton setinggi 20 cm. Ukuran tiang panjat tebing disesuaikan dengan ukuran tiang panjat beton. Biasanya berbentuk bulat dengan diameter 3 inci, karena tiang beton yang dibuat dengan cetakan adalah pipa paralon berukuran 3 inci setinggi 3 meter. Setiap tiang beton berisi 1 batang besi dengan diameter 10 mm untuk memperkuatnya. Penggunaan tumpukan beton sedikit mahal awalnya, tapi bisa digunakan selama puluhan tahun, juga tidak perlu mengurangi lada spiral seolah memakai tiang hidup. Kutub hidup juga akan bersaing dengan tanaman lada dalam mengekstrak nutrisi tanah.
2. Masukkan pilar beton, kuatkan. Campuran ¾ digali tanah dengan pupuk 5 kg, 1 kg dolomit, 10 gram nematisida (bahan aktif karbofuran, Furadan 10G atau Marshall 10G atau merek lainnya) dan 200 gram pupuk NPK. Masukkan ke dalam lubang, biarkan 10 hari. Urukan akan membentuk sebuah bukit kecil di atas lubang tanam. Buat parit irigasi jika tanahnya rata dan ada riwayat berdiri air. Tanaman lada tidak bisa berdiri di bawah air. Lada juga tidak bisa ditanam di rawa atau lahan gambut. Lada paling baik ditanam di tanah miring sedikit (kemiringan max 30 derajat).
3. Tanam biji lada siap pakai di titik tengah lubang lubang. Karakteristik bibit harus sudah memiliki 6-7 segmen. Arahkan batang lada ke kutub, lalu ikat tali dengan hati-hati. Siram secukupnya jika tanah kering. Beri perisai / naungan daun / kelapa / rumbia yang diikat ke tiang pemanjat. Sisa dari tanah yang digali bisa dibundel di sekitar sebuah bukit kecil tapi tidak di atasnya.
4. Tanam dadap batang atau lamtoro (gung) atau kalikiria atau cebreng untuk naungan lebih lanjut dengan jarak 6×6 meter. Lada tumbuh dengan baik dalam paparan sinar matahari sebesar 50-75%. Jaga pohon peneduh seperlunya. Tanaman jika terlalu padat.
5.Cut ujung tanaman lada sepanjang satu segmen bila panjang tangkai sudah mencapai 1 meter, agar terjadi percabangan. Potong kembali setiap cabang saat cabang berdiameter 50cm. Ini untuk menumbuhkan cabang buah. Hapus semua tanaman merambat yang merambat ke tanah dan semua sulur gantung yang menjuntai ke bawah. Sulur rambat dan gunting sulur tidak akan menghasilkan buah. Pengikatan batang lada dilakukan jika dianggap perlu.
6. Buang semua bunga / calon buah pertama. Buah pertama yang dibiarkan membesar bisa mengurangi produksi lada di masa depan.

Penambahan pupuk mikro berupa pupuk daun semprot sangat dianjurkan. Semprotkan interval pupuk daun setiap 2 bulan juga. Bisa menggunakan pupuk Gandasil A untuk lada belum produksi dan Gandasil B untuk lada sudah berproduksi. Dosis lihat kemasannya. Bisa juga menggunakan pupuk mikro merek lain. Larutan pupuk harus dilengkapi dengan perekat / grading. Penyemprotan dilakukan pada sore hari mulai pukul 16.00.

Pencegahan hama dan penyakit
Borneo Stalker (Lophobaris piperis)
Penggerek lada (Lophobaris piperis) adalah hama yang paling berbahaya. Larva melahirkan batang dan cabang. Gejala awal layu dan daun menjadi kuning maka bagian dari digerek kering dan pecah dengan mudah. Serangan berat bisa menyebabkan tanaman mati. Dewasa Stadia menyerang tunas, bunga, dan buah sehingga produksi dan kualitas buah menurun.
Kontrol dengan penerapan insektisida sistemik seperti Decis, Thiodan atau Matador atau insektisida merek lainnya. Untuk pencegahan aplikasi insektisida semprot sebulan sekali. Untuk kontrol aplikasi setiap 5 hari sekali.
Aplikasi Carbofuran juga sangat membantu.

Sucker flower hama (Diconocoris hewetti)
Hama penghisap bunga (Diconocoris hewetti) menghancurkan bunga dan tandan bunga baik di stadion nimfa dan dewasa. Gejala serangan ringan berupa kerusakan tandan, bentuk yang salah, dan buah menjadi sedikit. Saat serangan berat menyebabkan bunga pecah, tangkai hitam, dan bunga jatuh.
Kontrol dengan penerapan insektisida sistemik seperti Decis, Thiodan atau Matador atau insektisida merek lainnya. Untuk pencegahan aplikasi insektisida semprot sebulan sekali. Untuk kontrol aplikasi setiap 5 hari sekali.
Aplikasi Carbofuran juga sangat membantu.

Hama pengisap buah (Dasynus piperis)
Hama penghirup buah (Dasynus piperis) aktif di pagi dan sore hari, sedangkan sore hari bersembunyi di kanopi tanaman. D. piperis menyerang hampir semua sentra lada di Indonesia dan menyebabkan kerusakan buah 14,72-36%. Hama ini merusak seluruh stadia pertumbuhan dengan mengisap cairan dari bunga, buah, tunas, dan petiole. Gejala kerusakan berupa bintik hitam pada buah, buahnya menjadi cekung. Dan buah muda jatuh sehingga tandan buahnya kosong.
Kontrol dengan penerapan insektisida sistemik seperti Decis, Thiodan atau Matador atau insektisida merek lainnya. Untuk pencegahan aplikasi insektisida semprot sebulan sekali. Untuk kontrol aplikasi setiap 5 hari sekali.
Aplikasi Carbofuran juga sangat membantu.

Penyakit kuning
Penyakit kuning disebabkan oleh serangan nematoda yang kompleks (Radopholus similis dan Meloidogyne incognita), jamur parasit (Fusarium oxysporum), kesuburan tanah rendah, dan kadar kelembaban rendah atau kadar air tanah. Penyakit ini biasa terjadi di Bangka dan Kalimantan dan menyebabkan hilangnya hasil 80%. Penyakit kuning dimulai dengan serangan nematoda R.similis dan M.incognita, luka akibat nematoda memungkinkan F.oxysporum menginfeksi tanaman. Adanya serangan nematoda dan jamur juga menyebabkan tanaman peka terhadap kekeringan dan kekurangan nutrisi.
Gejala ikterus terlihat di kanopi dan akar permukaan tanah. Pertumbuhan tanaman yang terkena dampak akan terhambat, daunnya berwarna kuning kekuning-kuningan, dan akarnya rusak. Pada tahap penyakit semakin tinggi daunnya akan berujung pada batangnya, getas sehingga mudah terjatuh dan akhirnya tanaman tandus. Gejala serangan berupa kerusakan akar akibat serangan R.similis dan ada akar nodul (puru) akibat serangan M.incognita.
Kontrol dengan boco ground atau Deedane M45 fungisida kemacetan tanah (20 gram campuran 1 liter air bocor ke pangkal batang), sirup 10 gram / batang carbofuran setiap 3 bulan, dan pertahankan asupan air dan gizi yang adekuat. Menambahkan dolomit 200 gram / 6 bulan / batang juga akan membantu mencegah serangan jamur akar.

Penyakit Busuk Pangkal Batang
Penyakit busuk batang ini disebabkan oleh jamur patogen Phytophthora capsici, penyakit ini dapat menyebabkan kematian tanaman dalam waktu singkat. Gejala khas penyakit ini berupa warna biru-hitam di pangkal batang ini kadang disertai dengan pembentukan lendir. Gejala pada daun berupa bintik hitam bergerigi seperti renda pada tepi tengah atau daun. Gejala ini terlihat pada daun segar dan sulit diamati dimana daunnya mengering atau pada gejala lanjut. Patogen ini juga menyerang buah yang dekat dengan permukaan tanah sehingga buah menjadi hitam dan busuk.
Kontrol dengan boco ground atau Deedane M45 fungisida kemacetan tanah (20 gram campuran 1 liter air bocor ke pangkal batang), sirup 10 gram / batang carbofuran setiap 3 bulan, dan pertahankan asupan air dan gizi yang adekuat. Menambahkan dolomit 200 gram / 6 bulan / batang juga akan membantu mencegah serangan jamur akar.

Kinky / penyakit kerdil.
Penyakit keriting / kerdil disebabkan oleh virus seperti virus mangkok kuning lada (PYMV) dan virus mosaik mentimun (CMV). Penyakit ini tidak mematikan tapi bisa menghambat pertumbuhan dan menyebabkan penurunan produksi. Penyakit kurcaci ditandai dengan gejala daun muda kecil hingga keriting berwarna kuning pucat dan belang. Ukuran buahnya lebih kecil dari buah normal dan serangan parah menyebabkan tanaman tidak berproduksi. Penyebaran penyakit ini dibantu oleh serangga vektor (Aphis sp., Planococcus sp., Dan Ferissia virgata), alat pertanian yang digunakan pada tanaman sakit, dan benih dari tanaman inang yang terkena.
Cabut dan bakar tanaman yang terkena virus. Kontrol vektor (virus-penyebaran serangga) dengan cara menyemprot insektisida secara teratur. Bilas dengan sabun semua baju dan peralatan pertanian setelah digunakan pada area serangan virus.

Panen dan pasca panen membuat lada putih.
Panen pertama pada usia 16-18 bulan .. tangkai buah peti yang memiliki banyak butiran buah yang memerah.

A. Untuk mendapatkan lada putih.

Buah lada yang baru dipetik dimasukkan ke dalam karung dan direndam dalam air selama 3 hari. Air perendaman diganti setiap hari. Setelah direndam lalu dibersihkan; Benih dipisahkan dari kulit dan tangkai mereka, dengan diinjak-injak. Setelah itu dikeringkan di bawah sinar matahari sampai sekitar 2 hari yang lalu ditampi untuk memisahkan kulit. Batang buah dihilangkan secara manual. Biji lada kemudian dikeringkan lagi 1-2 hari sampai kering. Tanda yang sudah kering sudah biji itu keras dan jika dipecahkan akan keluar suara berderak. Benih lada kemudian disimpan dalam karung untuk dijual saat harganya bagus. Biji tahan lada kering disimpan untuk jangka waktu 2 tahun. Pengeringan kembali dilakukan saat uap air terjadi pada merica. Biasanya setiap 5 bulan sekali.
Dari 100 kg lada segar yang masih ditangani, rata-rata 34 kg biji lada kering diperoleh.

B. Untuk mendapatkan lada hitam.
Buah lada dipanen saat buahnya sudah tua tapi tidak berwarna kuning / merah. Umumnya berusia 6-7 bulan sejak keluar. Lada buah setelah memetik langsung matahari kering di bawah sinar matahari selama kurang lebih 3 hari. Sementara mengeringkan lada dipisahkan dari tangkai. Ini disaring bersih untuk menghilangkan pasir atau bahan lainnya. Ini adalah lada hitam, yang merupakan biji lada kering yang masih terbungkus kulit buah. Lada hitam juga bisa disimpan atau dijual.
Dari 100 kg lada segar yang masih ditangani, rata-rata diperoleh 38 kg lada hitam kering.

Produksi.
Potensi hasil perkebunan lada 1 hektar adalah 4 ton lada putih kering per tahun, pada tanaman lada berumur lebih dari 3 tahun. Hasilnya biasanya didapat petani di Thailand. Namun, petani Indonesia biasanya hanya mendapatkan setengahnya. Karena teknik dan perawatan budidaya masih kurang. Perhatian dan bantuan pemerintah terhadap budidaya lada masih belum menggembirakan.

Brutto menghasilkan = 2.000 kg lada x Rp.120.000 = Rp.240.000.000 / tahun. Harga lada putih mencapai Rp.170.000 / kg pada bulan puasa yang lalu, tahun 2016 ini. Harga lada hitam biasanya hanya 65-70% dari harga lada putih.

Menanam lada sebenarnya sangat menjanjikan. Harga lada dari tahun ke tahun selalu stabil. Tapi masih banyak petani yang enggan mengolahnya karena rasa takut yang berlebihan, atau juga karena ketidaktahuan.

Ada juga penanaman semak lada hampir sama dengan cara menanam lada. Hanya semak lada yang tidak membutuhkan tiang pemanjat. Lada merica juga tidak memerlukan pemotongan batang saat tanaman muda, karena lada yang dibumbui akan bercabang banyak dengan sendirinya. Lada merica juga tidak menghasilkan gunting sulur dan sulur tanah, sehingga tidak memerlukan pemangkasan / pemangkasan. Selain itu, panen lada lebih cepat, umumnya pada usia 12 bulan setelah tanam.

Kelemahan lada pedas adalah untuk ditanam lebih rapat, jarak tanam 1×2 meter (populasi 5000 batang / ha) sehingga produksinya bisa mendekati produksi lada. Selain itu, tanaman semak lada juga lebih rentan terhadap penyakit jamur, karena bentuk pohon yang rimbun dan seperti merangkak di tanah. Hal ini membuat bagian bawah tanaman lada lebih lembab, hingga jamurnya lebih mudah tumbuh. Beberapa petani mengatasinya dengan membuat balok kayu / bambu sampai batang dan cabang lada tidak langsung menabrak tanah. Ada juga pemberian tumpuan berupa bata yang berjarak 10-15 cm.

Menanam lada. Semak atau panjat tebing, akan memberikan hasil yang cukup bagi para petani. Sekarang tergantung kita apakah kita ingin ambil bagian atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *