Lega…
Wuahhh…
Akhirnya, lega juga kalo beban udah terselesaikan…yaa,paling ga untuk sementara. Ujian akhir semester yang udah ditempuh selama 2 minggu, berakhir sudah..(entah hasilnya gimana..). Tugas-tugas perkuliahan yang menumpuk, berakhir sudah…Perjuangan nyelesain tugas sampe begadang-begadang, selesai sudah…Wuih, senengnya…
Tapi, sebenarnya ku cuma bisa ngatur napas bentar, soalnya masih ada tanggung jawab-tanggung jawab di organisasi yang harus segera ku selesaikan. Laporan Pertanggung-Jawaban yang harus segera ku rampungkan, serta masa depan organisasi yang harus segera ku benahi. Ya, organisasi ku yang selama ini ku telantarkan harus segera dapat perhatian yang lebih dari aku. Aku ga mau organisasi yang sangat aku cinta itu jadi vakum dan mandek gara-gara aku…
Semoga aja, untuk kedepannya nanti, ku bisa memfokuskan diri ke organisasi…



Dalam sebuah organisasi, seorang pemimpin menjadi sosok poros yang selalu menjadi titik perhatian. Setiap gerak geriknya, sikapnya, tingkah lakunya akan selalu mengundang perhatian. Setidaknya bagi teman-teman seorganisasi yang ia pimpin. Oleh karena itu, dalam sosok seorang pemimpin setidaknya harus memiliki sikap melankolis. Yaitu sikap yang menginginkan kesempurnaan. Walaupun hanya sekedar “kelihatan sempurna” saja. Kenapa? karena hal ini akan berpengaruh pada pendapat teman-teman seorganisasi, baik itu bawahan atau bukan, tentang bagaimana sosok sang pemimpin itu.