Indonesiaku…kotor…

Posted by sibudi | Pikiran | Monday 10 May 2010 11:17 pm

Entah harus dengan cara apa negara ini harus dibersihkan. Sebegitu kotornya, hingga tiap pemandangan menjadi keruh. Tak bisa lagi dibedakan, mana yang benar mana yang salah, siapa yang benar siapa yang salah. Indonesiaku… indonesiaku… Entah apa yang ada dalam benak para pejuang dulu, jika mereka menyaksikan “melodrama” skandal besar-besaran ini. Entah apa yang ada dalam pikiran para pejabat negri ini, hingga begitu kotornya negri ini, sampai-sampai sulit untuk di bersihkan. Bahkan bisa dibilang MUSTAHIL.

Mirisnya bangsa ini, mulai dari pejabat yang korup, penegak hukum yang kotor, peradilan yang tak adil, hingga rakyat yang miskin dan haus uang demi perutnya. Belum lagi bencana yang mendera diseluruh pelosok negri. Seakan-akan nasib bangsa ini tinggal di ujug tanduk. Tak ada masa depan bagi bangsa ini. Dera yang mendera bangsa saat ini, lebih mengerikan daripada era Orde Baru. Kalau d era Orde Baru, semua orang menyalahkan Soeharto sebagai dinasti yang berkuasa pada saat itu. Tapi, saat ini? Justru siapapun yang berani mengungkapkan kebenaran, akan di balik menjadi yang bersalah…kemudian di tangkap dan di bunuh karakternya.

Lihat saja Susno Duadji, seorang Jendral Polisi, yang bersuara tentang bobroknya peradilan di Indonesia. Kini, justru ia yang ditangkap. Mafia kasus diberatkan padanya. (more…)

Yang Mana Dulu ya??

Posted by sibudi | Organisasi | Wednesday 10 February 2010 11:23 am

Masalah prioritas sebenarnya bukan masalah baru yang kita hadapi sehari-hari. Hampir setiap hari kita dihadapkan dengan hal ini. Apalagi ketika kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Terkadang, kita tak merasa telah mengambil keputusan yang salah. Kita telah salah memprioritaskan suatu hal namun mengabaikannya.

Untuk bisa memprioritaskan suatu hal, memang tidak mudah. Kita harus berlatih untuk melihat segala kemungkinan yang bisa terjadi bila keputusan telah ditentukan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk melatih kemampuan ini.

Prioritas Berdasarkan Kebutuhan
Terkadang, kita dihadapkan pada sebuah pilihan yang setiap pilihan itu kita membutuhkannya. Untuk permasalahan seperti ini, kita harus mengkaji mana kebutuhan yang lebih urgent dan mendesak. Lalu, kita harus berandai-andai dengan pilihan yang akan diambil tersebut. Jika dalam ‘perandaian’ itu banyak hal yang mungkin bisa terjadi, maka itulah keputusan yang harus diambil. Jika tidak, maka kita harus mencoba mengandai-andai pada keputusan yang lain.

Prioritas Berdasarkan Kepentingan
Hal ini sering terjadi, bila keputusan yang harus diambil berkaitan dengan orang lain. Bila kita dihadapkan dengan permasalahan seperti ini, maka hal pertama yang harus kita kaji adalah siapa saja yang terlibat dalam setiap keputusan yang bisa kita ambil. Lalu, coba kita lihat lagi orang-orang yang terlibat itu, tentukan berdasarkan kedekatan dengan kita dan hal yang kita butuhkan dari orang tersebut (walaupun yang kita butuhkan dari orang tersebut tidak ada kaitannya dengan pilihan yang ada). Ambillah keputusan bila pilihan tersebut melibatkan orang terdekat dan ada hal yang kita butuhkan dari dirinya.

Prioritas Berdasarkan Keuntungan
Ini merupakan hal yang sulit. Karena kita harus bisa menakar kemungkinan keuntungan yang kita dapat bila keputusan telah diambil. Biasanya untuk mengambil keputusan seperti ini, membutuhkan waktu yang panjang. Karena bisa melibatkan diri kita sendiri atau bahkan orang lain. Tak hanya itu, keputusan ini sering kali mengambang karena ketidak jelasan hal-hal yang mungkin terjadi. Untuk menentukan pilhan atau prioritas akan hal ini. Hanya satu hal yang perlu kita lakukan selain hal-hal seperti poin sebelumnya, yaitu “DOA”.

Ngomong Dong…

Posted by sibudi | Cuap-Cuap,Organisasi,Pikiran | Tuesday 2 February 2010 8:49 pm

Dalam setiap hubungan, baik itu pertemanan, percintaan, pekerjaan atau pe-an pe-an lainnya, komuikasi merupakan salah satu elemen penting untuk menjaga kelanggengan hubungan itu. Karena, dengan komunikasi kedua pihak yang berhubungan akan dapat saling mengerti (atau berusaha agar dimengerti). Sering terjadi, kandasnya hubungan kerja dengan partner, atau suami dengan istrinya (lagaknya artis-artis indonesia jaman sekarang), hanya dikarenakan masalah komunikasi.

Oleh karena itu, alangkah baiknya segala hal dikomunikasikan sebelum menjadi masalah. Memang sering kita beranggapan bahwa ada hal-hal yang bisa diceritakan dan ada yang tidak. Terkadang kita juga beranggapan untuk menunda membicarakan sesuatu hal. Sebenarnya, sebelum beranggapan seperti ini, kita harus bisa memposisikan diri kita sebagai orang yang berhubungan dengan kita. Tidak semua orang bisa menerima kondisi ketika kita memutuskan untuk tidak meng”komunikasi”kan sesuatu atau menundanya. (more…)