Indonesiaku…kotor…

Posted by sibudi | Pikiran | Monday 10 May 2010 11:17 pm

Entah harus dengan cara apa negara ini harus dibersihkan. Sebegitu kotornya, hingga tiap pemandangan menjadi keruh. Tak bisa lagi dibedakan, mana yang benar mana yang salah, siapa yang benar siapa yang salah. Indonesiaku… indonesiaku… Entah apa yang ada dalam benak para pejuang dulu, jika mereka menyaksikan “melodrama” skandal besar-besaran ini. Entah apa yang ada dalam pikiran para pejabat negri ini, hingga begitu kotornya negri ini, sampai-sampai sulit untuk di bersihkan. Bahkan bisa dibilang MUSTAHIL.

Mirisnya bangsa ini, mulai dari pejabat yang korup, penegak hukum yang kotor, peradilan yang tak adil, hingga rakyat yang miskin dan haus uang demi perutnya. Belum lagi bencana yang mendera diseluruh pelosok negri. Seakan-akan nasib bangsa ini tinggal di ujug tanduk. Tak ada masa depan bagi bangsa ini. Dera yang mendera bangsa saat ini, lebih mengerikan daripada era Orde Baru. Kalau d era Orde Baru, semua orang menyalahkan Soeharto sebagai dinasti yang berkuasa pada saat itu. Tapi, saat ini? Justru siapapun yang berani mengungkapkan kebenaran, akan di balik menjadi yang bersalah…kemudian di tangkap dan di bunuh karakternya.

Lihat saja Susno Duadji, seorang Jendral Polisi, yang bersuara tentang bobroknya peradilan di Indonesia. Kini, justru ia yang ditangkap. Mafia kasus diberatkan padanya. (more…)

Ketika Korupsi Melanda…

Posted by sibudi | Pikiran | Monday 5 April 2010 12:38 am

Bencana sedang melanda Indonesia. Ya..bencana! Bukan hanya banjir atau kebakaran yang melanda di setiap sudut negri, tapi juga wabah yang (mugkin) sudah dari dulu, turun-temurun, warisan.KORUPSI. Korupsi telah menjadi darah daging di tubuh kita. Tidak hanya berupa uang, tapi juga korupsi waktu, korupsi alat-alat tulis, dan korupsi hal-hal lain yang kita anggap kecil. Tapi, bukankah, seharusnya kita sadar, bahwa segala sesuatu yang besar itu berasal dari yang kecil.

Mari sedikit mengintip kasus Mafia Kasus di DirJen Pajak baru-baru ini. Segalanya tampak begitu damai sebelumnya, sampai pada saat Susno Duaji mengungkapkan beberapa “fakta” menyangkut kepolisian. ha..ha..ha. (more…)

Konspirasi Besar Menjatuhkan KPK

Posted by sibudi | Pikiran | Friday 12 February 2010 12:57 pm

Antasari Azhar, sosok tegas tak kenal kompromi jebolan kejaksaan negri itu kini kian terpuruk. Segala prestasinya selama menjaba sebagai ketua KPK seakan tak bernilai lagi. Walau demikian, masih banyak masyarakat Indoesia yang simpatik pada Antasari, walau vonis 18 tahun penjara telah dijatuhkan oleh pengadilan. Memang, putusan pengadilan itu jauh lebih ringan dari pada tuntutan jaksa penuntut, yang menuntut hukuman mati. Tapi, tetap saja ada kejanggalan yang terjadi dalam proses peradilan ini. Apakah sebenarnya yang terjadi ?.

Sepanjang masa jabatannya sebagai ketua KPK, Antasari kerap kali membuat para koruptor gemetar ketakutan. Tak ada koruptor yang selamat atau bisa kompromi darinya. Hal inilah mungkin yang menyebabkan adanya pihak-pihak yang tak ingin di ganggu aktivitas “makan duit”, membentuk sebuah konspirasi besar-besaran demi menjatuhkan KPK dan siapapun yang ada didalamnya. Ya, mereka tak menghadang Antasari, tujuan besarnya adalah KPK. Masih segar dalam ingatan kita, ketika terjadi kriminalisasi ketua KPK yang lain.

Konspirasi besar-besaran ini semakin hari semakin kelihatan. Selayaknya bola salju yang menggelinding membawa nama-nama para petinggi. Dan dengan halusnya, mereka berkelit dan terbebas dari dakwaan. Konspirasi yang bisa saja melibatkan hampir semua para petinggi di negara ini. Sudah seharusnya pengadilan, sebagai satu-satunya lembaga hukum yang memiliki hak untuk menjatuhkan hukuman dan pengungkap kebenaran bekerja seadil-adilnya. Yaitu, dengan mengungkap kebenaran yang paling benar, mengungkapkan kenyataan yang paling fakta, apapun resikonya siapapun yang terlibat didalamnya. Agar Indonesia benar-benar menjadi negara yang bersih dari segala kemunafikan.

Robin Hood Jaman Sekarang…??

Posted by sibudi | Cuap-Cuap | Friday 5 February 2010 5:26 pm

Sekarang ini, masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan adanya aksi pencurian saldo dalam rekening ATM-nya. Jajaran kepolisian telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengungkap misteri ini. Namun, karena pencurian dilakukan melalui internet, mereka kewalahan untuk menetapkan tersangka dan barang buktinya.

Namun, ada suatu keanehan, Seorang petani di Pare-pare tiba-tiba mendapati rekeningnya bertambah hingga hampir 13 Miliar. Wow! Paling tidak, si petani tidak pingsan karena jantungan gara-gara masalah ini. Jika kita melihat dari sisi keberuntungan, mungkin petani ini adalah orang yang paling beruntung. Tapi, ternyata saldo rekeningnya ini tidak bertahan lama. Beberapa hari setelah konfirmasi ke bank bersangkutan, rekeningnya berkurang 9 Miliar dan akhirnya di blok oleh bank. Bukan tidak mungkin, sang tersangka pembobol rekening bank yang sedang pamor itu, menghadiahkannya pada sang Petani.

Menurut si petani, ia takut mendapat uang sebanyak itu. Takut di kaitkan dengan dana talangan bank Century, takut disangka teroris, takut mengambil uang yang bukan miliknya. Aneh bukan? Seorang petani yang jauh dari latar belakang pendidikan, ternyata memiliki moral yang tinggi seperti ini. Sedangkan orang-orang yang terlibat dengan korupsi (yang jelas-jelas berpendidikan), tidak memiliki rasa “takut” seperti sang petani. Lalu, bagaimana dengan kita?