Muhammad Farhan, bukan Darius
Muhammad Farhan, itu nama panjangnya. Aku biasa memanggilnya bang Farhan. Sosok santun namun berpendirian keras. Seorang yang kami (aku, keluargaku dan dia) sepakati sebagai salah satu anggota keluarga tambahan, saudara angkatku.Dia Farhan, bang Farhan, bukan Darius. Dia memiliki sejuta pengalaman hidup, mulai manis hingga getir. Aku banyak belajar kebijaksanaan darinya.
Ku telah lupa kapan terakhir bertemu dengan dia. Seingatku, sekitar empat tahun yang lalu. Dia berpamitan untuk mengadu nasib di jakarta. Dia ingin mendapatkan kenyamanan dan kesejahteraan. Entah apa yang ada dalam pikirannya, tak satupun dari kami yang bisa menahan keinginannya. Sampai akhirnya, sore tadi aku berhasil bertemu dengan dia. Dia yang sekarang jauh makin kurus, makin terlihat lelah namun tetap dengan senyum khasnya yang bersahaja. Dia Farhan, bukan Darius. (more…)



Liburan…Hal yang paling ku tunggu-tunggu. Liburan merupakan satu-satunya kesempatan ku untuk membenahi otakku yang udah kusut banget selama perkuliahan. Kusut karena tugas, kusut karena kuliah itu sendiri, atau juga kusut karena urusan organisasi ku. Fiuhh…untuk sementara ku bisa lega rasanya. Pada kesempatan kali ini, aku memanfaatkan liburanku untuk bersilaturahmi ke rumah sepupu ku di Tangerang.