Teroris, Islam, Aceh….
Tiba-tiba tanah suci itu kini mulai “ramai” lagi. Bukan karena adanya suatu hal yang membanggakan, tapi karena adanya pertumpahan darah (lagi). Kali ini, darah yang mengucur itu di atas namakan dengan “Pemburuan Teroris”. Sungguh pilu. Kedamaian yang baru sebentar dikecap oleh masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam ternyata tak bertahan lama, kini lagi-lagi masyarakat harus was-was, waspada, dan saling menaruh curiga. (more…)



Muhammad Farhan, itu nama panjangnya. Aku biasa memanggilnya bang Farhan. Sosok santun namun berpendirian keras. Seorang yang kami (aku, keluargaku dan dia) sepakati sebagai salah satu anggota keluarga tambahan, saudara angkatku.Dia Farhan, bang Farhan, bukan Darius. Dia memiliki sejuta pengalaman hidup, mulai manis hingga getir. Aku banyak belajar kebijaksanaan darinya.