Ketika Korupsi Melanda…
Bencana sedang melanda Indonesia. Ya..bencana! Bukan hanya banjir atau kebakaran yang melanda di setiap sudut negri, tapi juga wabah yang (mugkin) sudah dari dulu, turun-temurun, warisan.KORUPSI. Korupsi telah menjadi darah daging di tubuh kita. Tidak hanya berupa uang, tapi juga korupsi waktu, korupsi alat-alat tulis, dan korupsi hal-hal lain yang kita anggap kecil. Tapi, bukankah, seharusnya kita sadar, bahwa segala sesuatu yang besar itu berasal dari yang kecil.
Mari sedikit mengintip kasus Mafia Kasus di DirJen Pajak baru-baru ini. Segalanya tampak begitu damai sebelumnya, sampai pada saat Susno Duaji mengungkapkan beberapa “fakta” menyangkut kepolisian. ha..ha..ha. Tertawa getir..hanya itu yang bisa kita lakukan. Bagaimana tidak? Kepolisian adalah salah satu penegak hukum di Indonesia yang notabene harus bersih dan adil. Bagaimana mungkin bisa membersihkan kotoran dengan sapu yang kotor. Miris sekali rasanya melihat nasib bangsa ini. Miliaran uang yang seharusnya bisa di manfaatkan untuk kepentingan rakyat, hangus dibawa kabur.
Gayus Tambunan, seorang pegawai golongan 3A ini, mungkin hanya orang yang memanfaatkan keadaan. Ketika ada pengusaha yang berusaha mendapatkan diskon atas tunggakan pajaknya, ia memanfaatkannya. Ketika ia membutuhkan “bantuan” dari kepolisian, yang ternyata oknum tersebut bisa disuap, ia memanfaatkannya. Ketika, ada pegawai pengadilan yang butuh bantuan pengobatan mata, karena keliru membuat surat dakwaan, ia memanfaatkannya. Ia hanya memanfaatkan keadaan. Keadaan ketika orang-orang yang berkaitan terhadap suatu kepentingan rentan pada UANG.
Susno telah melakukan sebuah langkah besar. Bayangkan saja, seorang diri menghadapi tuntutan besar dari akibat ucapannya. Butuh sebuah keberanian besar untuk itu. Butuh motivasi besar untuk itu. Dan seharusnya itu melahirkan sebuah pertanyaan besar untuk kita, “Apa yang memotivasi Susno?”. Tidak mungkin hanya emosi semata. Karena, atas resiko yang akan ia terima seandainya ia mengada-ngada, itu sama sekali tak setimpal. Hanya kenyataan yang bisa membuat ia berani mengambil resiko itu.
Mungkin saja, ada begitu banyak kasus-kasus serupa di kepolisian. Namun tak terungkap, karena tak ada Susno-Susno lain di luar sana. Yang ada malah Gayus-gayus lain, yang siap mengambil kesempatan dan mencari kesempatan. Sudah sepantasnya negri ini terbebas dari segala macam jenis korupsi. Suap menyuap sudah tak pantas lagi ada di negri ini.


