Dia kini telah tiada, ia telah meninggalkan aku. Segala pesan, nasehat, dan ajaran darinya kian menggores di hatiku. Tak banyak kisah yang bisa ku ceritakan tentang dirinya, yang ku ingat, ia telah banyak meluluhkan kenakalan ku. Selain itu, di masa-masa kecilku, yang ku ingat, dia selalu menjadi sosok yang menyejukkan hatiku. Yang melunakkan hatiku.
Ada ciri yang khas darinya, yaitu senyumnya yang penuh kharisma, belaiannya yang begitu lembut, hingga suaranya yang kian menenangkan. Ku yakin, pada masanya dulu, pasti banyak pria yang jatuh hati padanya. Buktinya, walalu sudah hampir sembilan puluh tahun, guratan kecantikan itu masih membekas di wajahnya. Betapa bangga ku menjadi cucunya.
Lihat saja anak-anaknya, semua mampu dididiknya hingga menjadi manusia-manusia yang taqwa. Ku yakin, demi mencapai itu, ia telah mendidik dengan sepenuh tenaga.
Kini, ia telah di pembaringan. Ia telah kembali ke sang Khalik. Namun aroma, suasana, dan segala tentangnya masih terasa di panca indera ku. Selamat jalan Nek, semoga Allah menempatkan nenek di tempat tertinggi di pangkuan-Nya.