Masalah prioritas sebenarnya bukan masalah baru yang kita hadapi sehari-hari. Hampir setiap hari kita dihadapkan dengan hal ini. Apalagi ketika kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Terkadang, kita tak merasa telah mengambil keputusan yang salah. Kita telah salah memprioritaskan suatu hal namun mengabaikannya.
Untuk bisa memprioritaskan suatu hal, memang tidak mudah. Kita harus berlatih untuk melihat segala kemungkinan yang bisa terjadi bila keputusan telah ditentukan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk melatih kemampuan ini.
Prioritas Berdasarkan Kebutuhan
Terkadang, kita dihadapkan pada sebuah pilihan yang setiap pilihan itu kita membutuhkannya. Untuk permasalahan seperti ini, kita harus mengkaji mana kebutuhan yang lebih urgent dan mendesak. Lalu, kita harus berandai-andai dengan pilihan yang akan diambil tersebut. Jika dalam ‘perandaian’ itu banyak hal yang mungkin bisa terjadi, maka itulah keputusan yang harus diambil. Jika tidak, maka kita harus mencoba mengandai-andai pada keputusan yang lain.
Prioritas Berdasarkan Kepentingan
Hal ini sering terjadi, bila keputusan yang harus diambil berkaitan dengan orang lain. Bila kita dihadapkan dengan permasalahan seperti ini, maka hal pertama yang harus kita kaji adalah siapa saja yang terlibat dalam setiap keputusan yang bisa kita ambil. Lalu, coba kita lihat lagi orang-orang yang terlibat itu, tentukan berdasarkan kedekatan dengan kita dan hal yang kita butuhkan dari orang tersebut (walaupun yang kita butuhkan dari orang tersebut tidak ada kaitannya dengan pilihan yang ada). Ambillah keputusan bila pilihan tersebut melibatkan orang terdekat dan ada hal yang kita butuhkan dari dirinya.
Prioritas Berdasarkan Keuntungan
Ini merupakan hal yang sulit. Karena kita harus bisa menakar kemungkinan keuntungan yang kita dapat bila keputusan telah diambil. Biasanya untuk mengambil keputusan seperti ini, membutuhkan waktu yang panjang. Karena bisa melibatkan diri kita sendiri atau bahkan orang lain. Tak hanya itu, keputusan ini sering kali mengambang karena ketidak jelasan hal-hal yang mungkin terjadi. Untuk menentukan pilhan atau prioritas akan hal ini. Hanya satu hal yang perlu kita lakukan selain hal-hal seperti poin sebelumnya, yaitu “DOA”.